Jumat, 17 November 2017

Sistem Basis Data / Task 2

Jenis Model Data Pada Sistem Basis Data
Model Data dapat dikatakan sebagai kumpulan perangkat yang merupakan suatu cara konseptual untuk menggambarkan dan menjelaskan data, hubungan data, sematik data dan batasan data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana hubungan antar data untuk digunakan para pemakai secara logik yang terintergrasi di dalam suatu organisasi.
Setelah kita bahas mengenai basis data pada artikel sebelumnya, baca : Pengertian dan Konsep Sistem Basis Data
Pada artikel kali ini penulis akan membahas seputar macam-macam dari model data. Berdasarkan jenisnya, model data dibagi menjadi tiga jenis, antara lain.
1. OBDM (Object Based Data Model) = Model Data berbasis Obyek
2. RBDM (Record Based Data Model) = Model data berbasis Record
3. PBDM ( Physical Based Data Model) = Model data berbasis Fisik
1. OBDM (Object Based Data Model) = Model Data berbasis Obyek
Jenis model data berbasis obyek merupakan himpunan data dan prosedur atau relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek data. Pada jenis model ini terdiri dari beberapa bagian yaitu, Entity Relationship Model, Semantic Model dan Binary model.
Entity Relationship Model
Entyty relationship model atau model data keterhubungan antar entitas yaitu menjelaskan hubungan antar data dalam sistem basis data berdasarkan suatu presepsi bahwa real world dari obyek-obyek dasar yang mempunyai hubungan relasi antara obyek-obyek tersebut. Model entity relationship ini pertama diperkenalkan oleh Peter Chen pada tahun 1976.
Entity Relationship model berisi ketentuan atau aturan khusus yang harus dipenuhi oleh isi database. Aturan terpenting aalah Mapping Cardinslities, yang menentukan jumlah entity yang dpat dikaitkan dengan entity lainnya melalui relationship-set.
Elemen-elemen yang digunakan dalam Entity Relationship menggunakan simbol simbol flow dibawah ini:
Semantic Model
Pada dasarnya semantic Model memiliki arti yang hampir sama denga entity relationship model. Hanya perbedaan yang tampak pada relasi objek dasar yang tidak dinyatakan dengan simbol melainkan meggunakan kata-kata (semantic). Contohnya pada gambar diatas. Tanda panah menunjukkan adanya relasi antar entity, sedangkan garis lurus menunjukkan atribut/unsur dari entity.
Binary Model
Binary model adalah model data yang memperluas definisi dari entity, bukan hanya atribute-atributenya, tetapi juga tindakan-tindakan.
Relasi memiliki tiga tipe biner, yaitu:
1. One-to-one (1:1). Hubungan terjadi bila setiap instansi entitas hanya memiliki satu hubungan dengan instansi entitas lain.
2. One-to-many (1:M). Relasi ini terjadi bila setiap instansi dapat memiliki lebih dari satu hubungan terhadap instansi entitas lain tetapi tidak kebalikannya.
3. Many-to-many (M:N). Hubungan saling memiliki lebih dari satu dari setiap instansi entitas terhadap instansi entitas lainnya.
2. RBDM (Record Based Data Model) = Model data berbasis Record
Pada jenis model data berbasis record yaitu himpunan data dan prosedur atau relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data model yang didasarkan pada record. Pada jenis model data ini terdapat beberapa bagian yaitu, Hierarchycal model, Network model, Relational model.
Hirarki Model
Hirarki model biasa juga disebut tree structure (Struktur Pohon), hubungan bertingkat. Dalam model ini elemen-elemen penyusunnya disebut node. Dapat berupa rincian data, agregat data, dan record.
Istilah-istilah yang biasa digunakan dalam Model Hirarki
⇒ Root: node yang memiliki kedudukan paling tinggi dalam hirarki
⇒Parent : node yang memiliki kedudukan lebih tinggi
⇒ Child : node yang memiliki kedudukan lebih rendah
⇒ Leaves: node yang tidak mempunyai child
Network Model
Mirip dengan hirarki model, dimana data dan hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan links. Perbedaannya terletak pada susunan record dan linknya yaitu network model menyusun record-record dalam bentuk graph. Sebuah child dapat mempunyai lebih dari satu parent.
Relational Model
Representasi dalam bentuk tabel yang terdapat sejumlah Bratis yang menunjuk record dan kolom yang menunjuk atribut.
Model ini banyak digunakan dalam pemodelan dan perancangan Basis Data. Konsep dan terminologi yang digunakan mirip dengan kondisi real yang dihadapi oleh pemkai sehingga mudah dipahami.
3. PBDM ( Physical Based Data Model) = Model data berbasis Fisik
Pada jenis model data berbasis fisik digunakan untuk menguraikan data di tingkat internal atau menjelaskan kepada pemakai bagaimana data-data dalam basis data disimpan dalam media penyimpanan secara fisik. Model ini jararang digunakan karena kerumitan dan kompleksitasnya yang justru menyulitkan pemakai. Pada model ini terdapat beberapa bagian antara lain: Unifying model dan frame memory.

Minggu, 15 Oktober 2017

Macam-macam Query MySQL dan Fungsinya

MySQL adalah multiuser database yang menggunakan bahasa Structured Query Language (SQL). MySQL dalam operasi client-server melibatkan server daemon MySQL disisi server dam berbagai program library yang berjalan disisi client. Dan SQL adalah bahasa standart yang digunakan untuk mengakses database server.

Berikut adalah Sintaks query SQL dan fungsinya:

1. CREATE DATABASE nama_database;

Perintah CREATE DATABASE berfungsi untuk membuat database baru dalam query MySQL.
Contoh:
CREATE DATABASE toko_online;

Selain itu ada juga query CREATE TABLE nama_table (nama_field1 tipe_data1, nama_field2 tipe_data2 … ); , perintah ini berfungsi untuk membuat table dalam database yang telah dibuat sebelumnya.
Contoh:
CREATE TABLE buku (id_buku int(7), judul varchar(100), jenis varchar(30), penerbit varchar(30), penulis varchar(30), harga (int) );


2. USE nama_database

Untuk membuat table-table di dalam sebuah database, terlebih dahulu kita buka dulu database tersebut dengan perintah USE nama_database.

Contoh:
USE toko_online

Perintah USE boleh tidak menggunakan akhiran titik koma(;).


3. INSERT INTO nama_table (field1, field2, field3, …) VALUES (field1, field2, field3, …);

Query ini berfungsi untuk memasukkan data pada suatu table yang telah dibuat.

Contoh:
INSERT INTO buku (judul, jenis, penerbit, penulis, harga) Values (‘Spiderman’, ‘Komik’, ‘Marvel Publishing’, ‘Peter Parker’, 15000);


4. SELECT (field1, field2, … ) FROM nama_table;

Query SELECT berfungsi untuk mengambil dan menampilkan data dalam kolom(field) pada suatu table.

Contoh:
SELECT judul, penulis, penerbit FROM buku;

Dan untuk melihat semua kolom(field) pada suatu table, digunakan perintah sebagai berikut:

SELECT * FROM nama_table;

Selain itu didalam query SELECT juga terdapat perintah untuk menyaring dan menampilkan data sesuai Kriteria tertentu, sintaksnya sebagai berikut:

SELECT (field1, field2, … ) FROM nama_table WHERE Kriteria; atau
SELECT (field1, field2, … ) FROM nama_table WHERE Kriteria LIKE ‘seperti ini’;

Contoh:
SELECT judul FROM buku WHERE jenis = ‘komik’;

Bisa juga dituliskan :
SELECT judul FROM buku WHERE jenis LIKE ‘komik’;

Dari contoh diatas query akan menampilkan semua data judul dari table buku yang mempunyai jenis komik.
Contoh2:
SELECT * FROM buku WHERE penulis LIKE ‘Peter%’;

Pada perintah diatas query akan menampilkan semua data penulis yang nama depanya Peter. Sedangkan apabila kita menulisnya seperti ini:

SELECT * FROM buku WHERE penulis = ‘Peter’;

Pasti hasilnya menampilkan peringatan ‘Empety set’. Itu karena apabila kita ingin menggunakan = (sama dengan), kata yang dicari harus 100% sama dengan field tidak boleh ada singkatan atau kekurangan. Maka dari itu perintah LIKE dibuat. Tapi perintah Like tidak bisa berdiri sendiri, harus dibarengi dengan tanda % (persen).


5. SELECT (field1, field2, …) FROM nama_table ORDER BY Kriteria;

Query ini berfungsi untuk mensortir data sesuai kebutuhan dengan bantuan klausa ORDER BY.
Contoh:
SELECT judul, jenis, FROM buku ORDER By jenis;

Pada perintah diatas query akan menampilkan semua data field berdasarkan jenisnya, di urutkan sesuai abjad.

Untuk mensortir dengan urutan terbalik, gunakan tambahan klausa DESC dibelakangnya. Sintaks penulisanya adalah sebagai berikut:
SELECT (field1, field2, …) FROM nama_table ORDER BY Kriteria DESC;

Contoh:
SELECT judul, jenis, FROM buku ORDER By jenis DESC;

Perintah diatas akan mengurutkan semua data buku berdasarkan jenisnya secara DESC atau dimulai dari abjad yang paling belakang.


6. DELETE nama_table WHERE Kriteria;

Sesuai format sintaksnya, perintah ini digunakan untuk menghapus data record sesuai kriteria yang di inginkan.

Contoh:
DELETE FROM buku WHERE penulis = ‘Peter Parker’;

Untuk menghapus seluruh record pada suatu table, gunakan perintah DELETE tanpa menetukan kriterianya. Namun perlu waspada dalam menggunakan perintah ini karena data yang telah terhapus tidak dapat dikembalikan lagi:

DELETE FROM nama_table;


7. UPDATE nama_table SET nama_field1=nilai_baru1, nama_field2=nilai_baru2, … WHERE Kriteria;

Perintah ini berfungsi untuk memodifikasi nilai kolom (field) dari suatu record.

Contoh:
UPDATE buku SET judul = ‘Pengobatan Alternatif’ WHERE penulis = ‘Peter Parker’;

Untuk memodifikasi nilai suatu kolom (field) secara keseluruhan, gunakan perintah UPDATE tanpa menentukan kriterianya.